Gejala Usus Buntu Ringan dan Berbagai Faktor Penyebabnya

Gejala Usus Buntu Ringan dan Berbagai Faktor Penyebabnya

Untuk bisa mencegah penyakit usus buntu yang menjadi parah, tentunya Anda harus mengetahui terlebih dahulu apa saja gejala usus buntu ringan supaya Anda bisa segera melakukan pengobatan yang lebih lanjut. Gejala penyakit usus buntu ini memang masih cukup jarang diketahui oleh masyarakat, maka dari itu tak heran jika penderita usus buntu akhirnya harus dioperasi karena kondisi usus buntunya yang semakin parah akibat tidak mendapatkan pengobatan yang intensif.

usus buntu

Nah, perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya usus buntu sendiri bukanlah nama penyakit, melainkan nama salah satu organ di dalam tubuh yang bentuknya sangat kecil dan memang buntu atau tidak punya saluran lanjutan lagi. Ukuran usus buntu setiap orang bervariasi, namun biasanya berkisar antara 5-10 cm saja terlihat menempel di usus besar. Sampai saat ini keberadaan usus buntu memang seolah menjadi misteri, karena keberadaan usus buntu seenarnya juga tidak berpengaruh bagi kesehatan seseorang. Akan tetapi jika bagian ini mengalami gangguan atau peradangan, maka bisa mengakibatkan komplikasi yang cukup serius. Bahkan dalam banyak kasus akhirnya usus buntu harus dipotong melalui jalan operasi. Dan pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai gejala usus buntu dan pengobatannya.

Mengenali Gejala Usus Buntu Ringan Sejak Dini

Penyakit usus buntu ini bisa ditemukan pada semua kalangan, akan tetapi yang paling sering terjadi adalah kasus usus buntu pada orang yang berusia antara 10-20 tahun. Namun demikian, bukan berarti orang yang berusia di bawah 10 tahun atau di atas 20 tahun akan aman, karena penyakit ini bisa menjangkit siapapun. Ada satu gejala paling umum yang mungkin akan paling dirasakan oleh penderita usus buntu. Rasa sakit yang tak tertahankan dan perlahan akan semakin parah bisa mejadi salah satu indikasi penyakit usus buntu. Maka dari itu, jika Anda merasakan gejala tersebut segeralah untuk periksakan diri Anda ke dokter supaya rasa sakit tersebut tidak semakin parah.

Sakit perut ini biasanya berawal di titik tengah perut, di mana pada awalnya hanya berupa rasa sakit perut yang terkadang datang dan terkadang hilang. Dan justru jenis sakit perut seperti itulah yang biasanya mengindikasikan bahwa seseorang mengalami gangguan usus buntu atau apendiks. Jika dirasakan, selama beberapa jam biasanya rasa sakit tersebut akan mulai bergerak dan akan Anda rasakan di titik bagian kanan bawah perut, tepat di mana usus buntu berada. Dan jika tidak segera mendapatkan penanganan yang serius dari, maka rasa sakit tersebut bisa semakin parah.

Ketika Anda memeriksakan diri Anda ke dokter, biasanya bagian sebelah kanan bawah tersebut juga akan ditekan untuk mengetahui apakah Anda benar mengalami gangguan usus buntu atau tidak. Dan jika ketika bagian tersebut ditekan akan terasa semakin sakit maka besar kemungkinan gejala usus buntu ringan yang Anda alami udah semakin parah. Bahkan jika Anda gunakan untuk berjalan atau pada saat batuk pun Anda akan merasakan sakit yang sangat mengganggu di bagian tersebut. Selain rasa sakit di bagian perut sebelah kanan bawah, penderita usus buntu juga biasanya akan mengalami pembengkakan pada perut jika kondisinya sudah semakin parah. Penderita juga akan kehilangan napsu makannya karena sering merasa mual dan juga muntah. Bahkan gangguan lain pada pencernaan juga akan terjadi sebagai gejala usus buntu ringan seperti tidak bisa buang gas, merasa sakit ketika buang air kecil, kram perut, dan juga demam. Penderita yang sudah cukup parah biasanya juga akan mengalami gejala lain seperti diare atau kontipasi.

Dengan mengetahui gejala usus buntu ringan seperti yang tadi sudah dijelaskan, Anda tidak akan lagi mengalami salah paham karena biasanya gejala usus buntu ini dianggap sebagai gejala keracunan makanan atau kontipasi biasa saja. Dan jika Anda mengalami gejala-gejala seperti yang tadi sudah dijelaskan, sebaiknya segera periksakan kesehatan Anda ke dokter untuk memastikan apakah rasa sakit yang Anda rasakan tersebut benar-benar mengindikasikan penyakit usus buntu atau bukan. Bahkan jika kondisinya memang sudah parah, jalan terakhir adalah dengan melalui jalan bedah atau operasi pemotongan usus buntu.

Gejala Usus Buntu dan Penyebabnya

Lalu sebenarnya apa penyebab usus buntu? Apakakah usus buntu bisa dicegah? Sebenarnya penyakit usus buntu ini bisa dicegah, karena pada dasarnya jika kita menjaga kesehatan tubuh, penyakit ini bisa terhindarkan. Namun sampai saat ini pun penyebab timbulnya penyakit usus buntu masih belum diketahui secara pasti, akan tetapi sebagian besar kasus yang terjadi disebabkan oleh penyumbatan usus buntu oleh beberapa zat atau benda yang berasal dari dalam tubuh.

Usus buntu bisa tersumat oleh tinja, bisa tersumbat oleh kelenjar getah bening yang membengkak di dinding usus, atau dari makanan yang Anda konsumsi. Penyumbatan tersebut akhirnya akan mengakibatkan usus buntu membengkak, dan tekanan yang terjadi akibat pembengkakkan tersebut bisa membuat usus buntu pecah. Berbahaya sekali, bukan? Maka dari itu deteksi sejak dini dengan mengetahui gejala usus buntu ringan sejak awal sangat dibutuhkan supaya Anda bisa lebih cepat mengatasi penyakit ini.

Cara Mendeteksi Gejala Usus Buntu Sejak Dini

Ada beberapa cara pemeriksaan usus buntu supaya penyakit Anda bisa terdeteksi dengan segera dan bisa segera diobati atau dioperasi sebelum kondisinya semakin parah. Pada dasarnya mendeteksi penyakit usus buntu ini memang buan hal yang mudah karena usus buntu terletak di bagian yang berbeda beda setiaporang. Akan tetapi, memang ada beberapa cara pemeriksaan yang cukup akurat untuk selanjutnya dilakukan penanganan medis lebih lanjut. Cara pertama adalah dengan mengonfirmasi rasa sakit ketika pada bagian sekitar posisi usus buntu berada ditekan secara perlahan menggunakan tangan, atau melipat kaki kanan ke atas. Selain itu tes darah juga harus dilakukan untuk mendeteksi berapa jumlah sel darah putih yang biasanya menandakan bahwa di dalam tubuh terdapat infeksi. Gejala usus buntu ringan biasanya juga sudah bisa dikenali dengan melakukan tes urin, karena hasilnya cukup akurat. Dan yang paling modern mungkin adalah dengan melakukan pemeriksaan CT scan atau USG supaya kondisi usus buntu Anda terlihat dengan jelas.

Nah, dengan mengetahui bahwa penyakit usus buntu ini ternyata cukup berisiko, maka dari itu hal pertama yang harus Anda lakukan sebagai upaya pencegahan adalah selalu menjaga kesehatan. Terutama dalam konsumsi makanan dan minuman, karena biasanya penyakit usus buntu ini sering dikaitkan dengan orang yang terlalu banyak makan cabai atau makanan lain yang biji-bijian kecilnya tertelan dan akhirnya tidak bisa dicerna dengan sempurna oleh tubuh. Dan untuk langkah lanjutan untuk mengantisipasi penyakit ini supaya tidak menjadi semakin parah adalah dengan melakukan pemeriksaan seperti yang tadi sudah dijelaskan.